Perkembangan Dinasti Han

Awal Terbentuknya Dinasti Han


Dinasti Qin sebagai titik tolak yang memberikan sumbangsih besar dalam sejarah Tiongkok, yaitu mempersatukan seluruh daratan Tiongkok di bawah kolong langit (Tian Xia). Suatu dinasti yang diawali dengan kepercayaan bahwa “semua manusia pada dasarnya adalah jahat”, sehingga dinasti ini dijalani dengan adanya keabsolutan terhadap hukum yang mengikat. Inilah suatu dinasti yang dipimpin oleh seorang kaisar yang mengklaim diri sebagai “Raja di atas segala raja”, yaitu Qin Shihuangdi, yang dengan segala kebengisannya menyebabkan dinasti ini berumur pendek dan tidak bertahan lama. Sehingga, tidak heran ketika kaisar pertama Dinasti Qin meninggal, banyak pihak berusaha untuk memberontak.
Seorang petani yang menjadi pemimpin salah satu pemberontakan pada masa itu bernama Liu Bang. Dalam pemberontakannya, ia membutuhkan waktu enam tahun untuk mengambil alih kekuasaan di Tiongkok. Setelah berhasil, ia mengganti namanya menjadi kaisar Han Gaozu. Sejak masa itulah, Tiongkok memasuki era berdirinya Dinasti Han yang merupakan salah satu dinasti yang paling bersejarah.
Dinasti Han berdiri dengan mewarisi daratan Tiongkok dengan segala kondisinya yang sangat kacau balau akibat keruntuhan Dinasti Qin. Hal itu disebabkan karena Dinasti Qin diakhiri dengan banyaknya pemberontakan yang terjadi pada saat itu. Dengan begitu, tugas pertama yang harus dilakukan pada saat permulaan Dinasti Han adalah mempersatukan kembali propinsi/negara yang memberontak ke dalam naungan pemerintah pusat serta melakukan pemulihan terhadap setiap sektor kehidupan. Dan tugas ini pertama kali diemban oleh seorang yang dulunya adalah petani, bernama Liu Bang.
Pergantian Dinasti Qin menjadi Dinasti Han bukan hanya sekedar pergantian kaisar. Bukan juga sekedar perkembangan atau pencapaian kejayaan yang luar biasa secara fisik. Namun, di balik itu semua ada sebuah arus pemikiran besar yang tengah mengalami masa kejayaannya. Dan arus pemikiran inilah yang sebenarnya mempengaruhi dan mendasari hampir seluruh aspek kehidupan semasa Dinasti Han. Arus pemikiran ini dikenal dengan nama Konfusianisme. Dinasti Han inilah yang merupakan titik perubahan ideologi dari Legalisme yang dijunjung tinggi semasa Dinasti Qin menjadi ideologi Konfusianisme.
Dinasti Han terbagi menjadi Dinasti Han Barat dan Dinasti Han Timur. Zaman Dinasti Han Barat dimulai dari tahun 206 Sebelum Masehi dan berakhir pada tahun 8 Masehi. Liu Bang, yang lazim disebut sebagai Han Gaozu adalah kaisar pertama Dinasti Han dengan Chang’an sebagai ibukotanya. Dinasti Han benar-benar terdiri dari dua dinasti yang terpisah. Hal ini dianggap sebagai salah satu dinasti oleh Cina karena kedua dinasti yang didirikan oleh seorang anggota dinasti Han mantan yang menyatakan bahwa dia telah memulihkan Dinasti Han. Dinasti Han asli digulingkan ketika keluarga kaya mendapatkan kekuasaan lebih dari kaisar. Keluarga menjadi sekutu melalui perkawinan dan bertanggung jawab untuk pemilihan pejabat. Janda Kaisar andi Y ü berhasil menempatkan semua kerabatnya dalam pemerintahan dan memerintah di tempat anaknya. keponakan nya, Mang Wang, akhirnya mendeklarasikan dirinya kaisar dari sebuah dinasti baru, Xin (baru). naik-Nya sebagai kaisar tidak biasa karena ia mendapatkan banyak dukungan publik dan mulai upacara di mana cap batu berharga diserahkan ke kaisar. Sejak saat itu, siapa pun yang diadakan segel adalah kaisar resmi. Wang digulingkan oleh masyarakat rahasia yang dikenal sebagai petani Alis Merah (mereka dicat merah alis mereka). Keturunan Han akhirnya bergabung dalam pemberontakan, dan itu adalah tentara bangsawan ini, di bawah pimpinan Liu Xiu, yang membunuh Wang pada tahun 22. Pertempuran berlanjut hingga tahun 25 ketika Liu menjadi kaisar. Sebagai kaisar Liu disebut Kaisar Guang Wudi. Jutaan orang tewas dalam pertempuran, meninggalkan tanah belakang untuk petani, dan sering kebebasan dari hutang sebagai penyandang dana meninggal.
Dinasti Han kedua yang lebih sukses lagi dengan kebijakan luar negerinya. Sebagian dari keberhasilan ini adalah karena keberuntungan bukan daripada prestasi besar. Orang Hun, sebelumnya salah satu musuh paling berbahaya dari Cina, dikalahkan oleh Xiangbei dan Wuhuan kerajaan. Setengah dari Hun pindah selatan dan menjadi bagian dari Cina. Orang Hun tampak berusaha untuk menyatukan kembali dan membentuk sebuah kerajaan besar terdiri dari Turkistan. Jadi, di 73, orang Cina mulai kampanye di Turkistan. Seluruh Turkistan – yang akan memastikan monopoli perdagangan meskipun Kaisar Mingdi meninggal dan Changdi menjadi kaisar – dengan cepat ditaklukkan. Kaisar disukai kebijakan isolasionis sehingga banyak dari apa yang diperoleh di Turkistan sekarang hilang,. Banchao wakil komandan yang memimpin invasi, tinggal di Turkistan untuk mencoba dan terus ke apa yang menang. Akhirnya, di 89, seorang kaisar baru berkuasa dengan minat baru dalam memegang Turkistan. Meskipun sukses militer, ekonomi dan politik perjuangan muncul di Cina. Internal perjuangan untuk kekuasaan dikenakan pajak para petani sampai di 184, saat terjadi pemberontakan petani lain. Gerakan ini diawali oleh Yellow turban dan berfungsi untuk menyatukan faksi-faksi yang sebelumnya telah bertempur karena mereka perlu bersatu untuk mengalahkan Serban Kuning. Meskipun Cina telah menaklukkan mereka, negara tidak kembali ke negara bersatu. Sebaliknya, muncul tiga kerajaan dan Dinasti Han berakhir.

Kaisar Han Wendi

Selama 7 tahun berkuasanya, Kaisar Han Gaozu meningkatkan penguasaan sentralisasi pemerintah dan menjalankan serentetan kebijakan politik “pemberdayaan rakyat” sehingga kekuasaan negara menjadi lebih kokoh. Pada tahun 159 Sebelum Masehi, Kaisar Han Gaozu meninggal dan Kaisar Huidi naik takhta. Namun pada saat itu, kekuasaan sebenarnya dipegang oleh Permaisuri Lu Zhi yang berturut-turut berkuasa selama 16 tahun. Dengan demikian, ia juga menjadi salah seorang penguasa wanita yang jumlahnya tidak banyak dalam sejarah Tiongkok. Tahun 183 Sebelum Masehi, Kaisar Wendi naik takhta. Selama berkuasanya Kaisar Wendi dan kemudian Kaisar Jingdi, yaitu putranya antara tahun 156 Sebelum Masehi dan tahun 143 Sebelum Masehi mereka terus menjalankan kebijakan “pemberdayaan rakyat”, meringankan pajak yang sangat membebani rakyat sehingga ekonomi Imperium Dinasti Han berkembang makmur. Masa itu dipuji oleh sejarawan sebagai Zaman Wendi dan Jingdi Yang Ulung.
Melalui pemulihan ekonomi pada Zaman Wendi dan Jingdi Yang Ulung itu, kekuatan negara Dinasti Han berangsur-angsur menjadi perkasa. Pada tahun 141 sebelum Masehi, Kaisar Wudi naik takhta. Selama berkuasanya, ia mengirim Jenderal Wei Qing dan Jenderal Huo Qubing memimpin pasukan menangkis serangan pasukan Xiongnu, suku penggembala di bagian utara Tiongkok. Keberhasilan militer kedua jenderal itu memperluas lingkungan penguasaan Kaisar Wudi pada masa usia lanjutnya menghentikan peperangan dan mengalihkan perhatiannya pada pengembangan pertanian sehingga ekonomi Dinasti Han Barat terus berkembang. Setelah itu, Kaisar Zhaodi naik takhta, kemudian terus berusaha mengembangkan ekonomi dan berkat upayanya itu, Dinasti Han memasuki masa emasnya.
Berkat pelaksanaan kebijakan “pemberdayaan rakyat” selama 38 tahun pada masa berkuasanya Kaisar Zhaodi dan Kaisar Xuandi, kekuatan negara Dinasti Han meningkat, namun bersamaan itu, kekuatan daerah juga meningkat pada waktu yang sama dan sangat mempengaruhi kekuasaan Imperium Dinasti Han. Pada tahun 8 Masehi, seorang bernama Wang Mang merebut kekuasaan dan mengubah nama negara menjadi Xin, berarti berakhirnya kekuasaan Dinasti Barat dalam sejarah.
Dinasti Han Barat adalah salah satu imperium paling kuat dalam sejarah Tiongkok. Selama berkuasanya Dinasti Han Barat, berkat pelaksanaan kebijakan “pemberdayaan rakyat” yang dimaksudkan untuk mengembangkan ekonomi, kehidupan rakyat stabil dan tenteram, ekonominya pun makmur. Dengan demikian pemerintahan Dinasti Han berjalan lancar dan stabil. Yang patut disebut ialah, Kaisar Wudi yang mulai berkuasa pada tahun 141 menerima usul Menteri Dong Zhongshu yang berisi “melarang segala aliran pikiran kecuali aliran Ru”. Sejak itu, Ajaran Ru menjadi teori penyelenggaraan negara yang selalu ditaati oleh berbagai dinasti pada hari kemudian.
Dinasti Han Timur yang didirikan Liu Xiu, yaitu Kaisar Guangwu dimulai dari tahun 25 Masehi dan berakhir pada tahun 220 Masehi. Pada tahun 25, Liu Xiu mengalahkan Wang Mang yang menggulingkan kekuasaan Han Barat untuk merebut kembali kekuasaan dan tetap menerapkan Han sebagai nama negara, tapi memindahkan ibukota dari Chang’an ke Luoyang Tiongkok Tengah. Pada tahun kedua berkuasanya, Kaisar Guangwu memerintahkan mengadakan reformasi terhadap kebijakan lama yang dijalankan oleh Wang Mang dengan membenahi tata tertib politik dan menciptakan enam jabatan Shangshu untuk menangani urusan negara. Sampai pada pertengahan abad kesatu Masehi, Dinasti Han Timur berangsur-angsur pulih kembali dan menjadi makmur seperti masa lalu berkat penyelenggaraan pemerintahan oleh tiga kaisar berturut-turut. Masa itu dipuji orang kemudian sebagai “pemulihan Kaisar Guangwu”.

Sumber : Dari Berbagai Sumber🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s