Pengaruh Kebudayaan Cina Terhadap Kebudayaan Jepang

Kebudayaan Cina memiliki usia yang tidak muda, karena kebudayaan bangsa Cina sudah ada sejak lama dan terus dijaga hingga sekarang ini. Karena kebudayaan yang sudah tua dan tetap terjaga sehingga tidak mengherankan apabila kebudayaan Cina merasuk ke daerah sekitarnya, seperti Jepang yang melakukan akulturasi kebudayaan, antara kebudayaan pendatang atau Cina dengan kebudayaan asli Jepang. Berkembangnya kebudayaan Cina ke luar daerah Cina atau ke negara tetangga Cina tidak lepas dari peran orang-orang Tionghoa yang datang dan menetap di Cina. Mereka mempengaruhi kebudayaan Jepang dengan ajaran yang dibawanya seperti Konfusianisme, Taoisme dan Agama Budha yang sangat erat dengan kebudayaan di Cina yang dibawa ke Jepang.

Orang-orang Tionghoa tidak secara sengaja menyebarkan kebudayaan Cina. Orang Jepang yang melihat cara hidup orang-orang Tionghoa dan menggap indah serta menirunya. Yang dimaksud dengan meniru ialah adanya akulturasi yang terjadi di antara kebudayaan tersebut yang nantinya hasil akulturasi itu banyak diterapkan di wilayah Jepang. Seperti contohnya dalam bidang arsitektur, pada kerajaan Jaman Yamato di Jepang, dalam kerajaannya terdapat arsitektur hasil akulturasi kebudayaan Cina dan kebudayaan Jepang. Di sini dapat disimpulkan bahwa kebudayaan Cina sangat diminati oleh orang-orang Jepang sehingga terjadi akulturasi dalam arsitektur yang diterapkan dalam kerajaan di Jepang yang sudah berbentuk kesatuan tersebut, yaitu kerajaan pada Jaman Yamato.

Namun dalam bidang pemerintahan, Jepang tidak terjadi perubahan yang dihasilkan dari akulturasi dengan Cina. Seperti pada kedudukan Tenno yang merupakan keturunan langsung dari Ameterasu. Serta mengenai kepercayaan dari orang Jepang tetap berpegang pada ajaran Shinto, tidak terpengaruh dengan ajaran konfusianisme. Hanya saja Jepang meniru pembuatan kota seperti di ibukota Cina, Chang’an dan menjadikan Heijō (sekarang Nara) sebagai ibukota sekaligus pusat pemerintahan pada tahun 710 M dan juga meniru Cina yaitu berpusat pada kerajaan dengan undang-undang Taihounoritsuryou.

Adapun kebudayaan Jepang yang mengalami akulturasi dengan kebudayaan Cina, diantaranya :

  1. Tulisan dan Bahasa

Bangsa Jepang pada awalnya belum bisa membaca dan menulis apalagi memiliki sistem penulisan sendiri sehingga dengan dibawanya bahasa Cina oleh seorang sarjana Korea yang bernama Wani sebagai perantara maka orang Jepang mengadopsi tulisan dari Cina tersebut. Pada awalnya Wani mengajarkan tentang huruf Cina di Jepang, selain itu Wani juga mengajarkan bahasa Cina di Jepang karena banyak yang mempelajari dan memang belum ada sistem penulisan di Jepang maka jepang menggunakan tulisan Cina tersebut dengan menggunakan dua cara, yaitu cara fonetis dan cara ideografis. Dalam cara fonetis orang Jepang menulis dan membaca kata-kata Jepang yang ditulis oleh huruf Cina dan dengan bunyi yang sama namun dengan ucapan Jepang, pada awalnya terjadi kekacauan karena masih sulit berdaptasi dengan orang Jepang namun lama-kelamaan mengalami perkembangan ke arah yang sempurna karena tiap kata Jepang dapat dituliskan dengan baik. Bahasa dan tulisan yang berasal dari Cina ini dijadikan bahasa dan tulisan resmi di Jepang.

Huruf yang dipakai pada waktu itu adalah huruf Kanji degan tulisan Manyogana, yaitu tulisan huruf China degan struktur tulisan bahasa China. Selanjutnya pada abad ke 9 lahirlah huruf Jepang yang disebut dengan huruf Katakana dan Hiragana. Hal ini dikarenakan pengaruh Cina di Jepang lambat laun memudar jadi Jepang menciptakan sendiri huruf yang diadaptasi dari huruf Cina. Huruf Katakana adalah yang pertama dibuat, merupakan huruf yang diambil dari bagian-bagian huruf Kanji. Huruf ini dikarang oleh Kibinomakibi. Kemudian lahir pula huruf hiragana yang dikarang oleh Kobodaishi. Huruf hiragana pada awalnya dipergunakan oleh kaum wanita dan huruf katakana dipergunakan oleh kaum laki-laki. Tetapi pada akhir-akhir ini, orang Jepang lebih banyak mengunakan huruf Hiragana daripada Katakana.

b. Agama

Mayoritas di Jepang menganut agama Shinto. Bila dalam bahasa Mandarin maka menjadi shin dan tou yang bermakna “jalan/jalur dewa”. Shinto merupakan agama resmi yang berasal dari Jepang. Shinto merupakan penyembahan kepada kammi (dewa, roh alam, atau sekedar kehadiran spiritual). Kammi merupakan benda-benda dan proses alam, misalnya Amaterasu, sang dewa matahari.

Ajaran Shinto ini merupakan animisme karena mempercayai banyak dewa. Dalam ritual keagamaannya Shinto melakukan penyembahan pada arwah leluhur/ nenek moyang. Dan yang paling banyak disembah oleh umat Shinto adalah dewa matahari Amaterasu. Karena itu ajaran Shinto memuja kaisar Jepang yang dianggap keturunan Amaterasu. Dalam agama Shinto tidak ada ajaran yang pasti, tidak ada tempat ibadah khusus, tidak ada dewa yang benar-benar dianggap paling suci, dan tidak ada cara khusus untuk menyembah kammi.

Pada sekitar abad ke 5 masuklah agama Budha dari Cina ke Jepang. Ajaran agama Budha di Jepang mempercayai dewa matahari atau dikenal dengan nama Amaterasu sebagai dewa tertinggi yang dianggap sebagai penjelmaan Budha Daichi Nyorai. Agama Budha di Jepang yang paling terkenal adalah ajaran Budha Zen yang diserap dari China. Sama seperti agama Budha di seluruh dunia, kitab suci agama Budha di Jepang adalah tripitaka dan tempat ibadahnya adalah kuil. Kuil-kuil Shinto mulai dibangun sebagai rumah bagi para kami secara permanent (shaden).

c. Filsafat

Dengan masuknya kesusasteraan Cina ke Jepang, filsafat Cina pun banyak tersiar di kalangan orang-orang besar di Jepang. Antara lain Konfusianisme dan Taoisme. Konfusianisme menanamkan pengaruhnya seperti pemujaan terhadap nenek moyang, kesetiaan kepada keluarga, kebaktian anak kepada keluarga, dsb. Pengaruh Taoisme masuk pula ke Jepang unsur dari Taoisme dalam bentuk penggunaan magic atau sihir.

d. Ilmu Falak

Dalam kepercayaan orang Jepang juga memegang kepercayaan atau perhitungan mengenai peruntungan dalam kehidupan. Perhitungan seperti berdasarkan Bulan (ilmu falak) atau shio yang dikenal dari Cina.

e. Tenunan

Sejak zaman Kofun sudah dikenal sistem menjahit pakaian yang nantinya dikenal dengan nama Kimono. Pada awal perkembangannya Cina mempengaruhi Jepang dengan pakaian yang terdiri dari dua potong pakaian yaitu pakaian atas dan pakaian bawah. Haniwa mengenakan baju atas seperti mantel yang dipakai menutupi kantoi. Pakaian bagian bawah berupa rok yang dililitkan di pinggang. Dari penemuan haniwa terlihat pakaian berupa celana berpipa lebar seperti hakama. Kemudian  pakaian yang dijahit, bagian depan kantoi dibuat terbuka dan lengan baju bagian bawah mulai dijahit agar mudah dipakai. Selanjutnya, baju atas terdiri dari dua jenis kerah yaitu kerah datar sampai persis di bawah leher (agekubi) dan kerah berbentuk huruf “V” (tarekubi) yang dipertemukan di bagian dada.

f. Pertanian

Kebudayaan Cina juga telah banyak berdatangan sejak abad ke 3 di daerah Kan di Jepang, dengan masuknya perunggu dan pertanian, maka banyak sekali masyarakat Jepang yang memiliki mata pencaharian sebagai petani. Selain itu juga dikenalnya alat pertanian dari bahan baku logam yang diambil dari kebudayaan Cina yang masuk ke Jepang.

g. Kerajinan

adanya sistem penghalusan keramik pada masa Yayoi juga hasil pengaruh yang dibawa oleh Cina ke Jepang selain itu teknologi perkayuan, pengolahan benang sutra yang banyak dilakukan di Jepang berasal dari Cina.

h. Pengobatan

Pijat tradisional China kuno yang dikenal Shiatsu atau juga dikenal sebagai ‘anma’. Anma kemudian diadopsi dan diadaptasi oleh masyarakat Jepang. Terapi anma ini secara bertahap berevolusi dan dipengaruhi oleh kebudayaan dari timur dan barat.

Terapi Amma (atau anma dalam bahasa Jepang) telah digunakan selama berabad-abad untuk menangani berbagai macam penyakit. Mulai dari sakit ringan, nyeri, sampai sakit yang serius atau parah.

Sumber : Dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s